Jumat, 17 Juli 2026

video 3d

Alias Siggraph Stagereel 1994 smoke CGI animation2 -sound

from Alias Siggraph Stagereel (1994) - smoke CGI animation

 https://www.youtube.com/watch?v=Ss-m8y6cIFg


How are Characters Animated at Pixar Toy Story Behind the Scenes m -nosound

https://www.youtube.com/watch?v=2LoijFz5qNA


short clip sony columbia imagework leaves house 3d -nosound

https://www.youtube.com/watch?v=PmTiVSPmKaA






Selasa, 07 Juli 2026

35 step install debian

 1.esc "click and click"

2.UEFI usb disk2.0 PMAP

3.secure boot(what in 2second??)

4.ventoy---debian live 12.iso 

5.boot in normal mode,welcome grub

6.advance install option

7.text installation

8.install

9.select language - english  - continue

10.select location - us       -continue

11.configure the keyboard american english  -continue

12loading additional com

13xdetect link wait.....

14.configure the network-goback

15.configure user&password-----root pasword

16.re enter password

17.full name-------------same user

18.user name

19.password---------------password

20.password

21 detect link

22 configure the network-goback

23 detect disk

24 partition disk

25 guide-use entire disk sdd (by the way ;not usb bos)-click

26 select disk to partition -ata

27 partition sceme-all file in one partition

28.guide partitioning

29  partition disk

30finish partitioning and write change to disk- yes

 31installing the system - wait 100==============percent

32configure package manager   - no

33installing grub bootloader

34finishing the installation

35installing complete     continue to the boot

shalat

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 bismillahirrahmanirrahim)

1.Shubuh


 


 

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَقْتُ صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِ مَالَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ.

“Waktu shalat Shubuh dari terbitnya fajar hingga sebelum matahari terbit.“[4]
[4] Hasan: [Irwaa’ul Ghaliil (I/268)], Shahiih Muslim (I/427 no. 612 (173)), ini adalah lafazh darinya, Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/67 no. 392), Sunan an-Nasa-i (I/260).

2.Zuhur

 

 
Nabi sallallahu alaihi  wa sallam dalam sabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرْ الْعَصْرُ وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَوَقْتُ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبْ الشَّفَقُ وَوَقْتُ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الأَوْسَطِ وَوَقْتُ صَلاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ (رواه مسلم، رقم 612).

“Waktu Zuhur ketika matahari telah bergeser sampai bayangan seseorang sama panjangnya dengan dirinya selagi belum masuk Ashar. Dan waktu Ashar adalah selagi belum menguning matahari (dibarat). Waktu shalat Maghrib adalah selagi belum terbenan mega merah di arah barat. Waktu shalat Isya adalah sampai pertengahan malam tengah. Waktu shalat subuh ketika terbit fajar sampai sebelum terbitnya matahari. Kalau sudah terbit matahari, maka jangan shalat karena dia terbit di antara dua tanduk setan.” (HR. Bukhori, no. 612).


3.Ashar

 


 

sabda Nabi sallalahu’alaihi wa sallam, “Waktu Ashar selagi matahari belum menguning. Maksudnya selagi belum kuning matahari sebelah barat. Penentuan jamnya berbeda dengan perbedaan musim
Waktu darurat, yaitu dari menguningnya matahari sampai terbenamnya matahari berdasarkan sabda Nabi sallallahu alaihi  wa sallam, “Siapa yang mendapatkan satu rakaat Ashar sebelum terbenam matahari maka dia telah mendapatkan (waktu) Ashar.” (HR. Bukhari, no. 579 dan Muslim, no. 608).

4.Maghrib

 

 
Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : “Waktu shalat Maghrib selama warna kemerah-merahan pada senja belum hilang.”[2]
[2] Hasan: [Irwaa’ul Ghaliil (I/268)], Shahiih Muslim (I/427 no. 612 (173)), ini adalah lafazh darinya, Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/67 no. 392), Sunan an-Nasa-i (I/260).

5.Isya

 


 
5 Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu a’alaihi wa sallam: “Waktu shalat ‘Isya’ hingga pertengahan malam.”[3]
[3] Hasan: [Irwaa’ul Ghaliil (I/268)], Shahiih Muslim (I/427 no. 612 (173)), ini adalah lafazh darinya, Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/67 no. 392), Sunan an-Nasa-i (I/260).




-------------------------------------------------


Dari Anas Radhiyiallahu anhu, dia mengatakan bahwa Nabi Allah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا.

“Barangsiapa lupa terhadap suatu shalat atau tertidur darinya, maka kaffarat (tebusan)nya adalah melakukan shalat itu jika ia telah mengingatnya.”[20]
20] Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 229)], Shahiih Muslim (I/477 no. 684 (no. 315)).



Ibnu Hazm rahimahullah berkata dalam al-Muhallaa (II/235), “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjadikan waktu tertentu, yaitu awal dan akhirnya, bagi setiap shalat wajib. Masuk pada waktu tertentu dan keluar pada waktu tertentu. Tidak ada bedanya antara orang yang shalat sebelum waktunya dan orang yang shalat sesudah waktunya. Karena keduanya shalat pada selain waktunya. Qadha adalah kewajiban dari agama. Sedangkan agama tidak boleh selain dari Allah melalui lisan Rasul-Nya. Jika memang qadha wajib bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat hingga keluar waktunya, maka tentu Allah dan Rasul-Nya tidak akan melalaikan dan melupakannya. Tidak pula sengaja menyulitkan kita dengan tidak memberi penjelasan mengenainya. “Dan tidaklah Rabb-mu lupa.” (Maryam: 64). Dan setiap syari’at yang bukan dari al-Qur-an dan Sunnah adalah bathil.”


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ.

“Barangsiapa mendapati satu raka’at shalat, maka dia telah mendapati shalat itu” [19]
[19] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (I/57 no. 580)], Shahiih Muslim (I/423 no. 607), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/471 no. 1108), Sunan at-Tirmidzi (II/19 no. 523), dan Sunan an-Nasa-i (I/274).


@
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ مِنَ الصُّبْحِ رَكْعَةً قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرِبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ.

“Barangsiapa mendapati satu raka’at shalat Shubuh sebelum matahari terbit, maka dia telah mendapati shalat Shubuh. Dan barangsiapa mendapati satu raka’at shalat ‘Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia telah mendapati shalat ‘Ashar.”[18]
[18] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (I/56 no. 579)], Shahiih Muslim (I/424 no. 608), Sunan an-Nasa-i (I/273), dengan lafazh serupa.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Dulu para wanita mukminat menghadiri shalat Shubuh bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbungkus pakaian mereka. Kemudian kembali ke rumah-rumah mereka ketika telah menyelesaikan shalat. Tidak ada seorang pun yang mengenali mereka karena gelapnya malam.”[17]
[17] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (1/54 no. 578)], Shahiih Muslim (I/445 no. 645), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/91/419), Sunan an-Nasa-i (I/271), Sunan at-Tirmidzi (1/103 no. 153), Sunan Ibni Majah (I/220 no. 669).

Dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Suatu malam kami menunggu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga pertengahan malam. Lalu beliau datang dan shalat dengan kami, kemudian menasihati kami. Beliau berkata:

أَلاَ إِنَّ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا ثُمَّ رَقَدُوْا، وَإِنَّكُمْ لَمْ تَزَالُوا فِيْ صَلاَةٍ مَا انْتَظَرْتُمُ الصَّلاَةَ.

Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang telah shalat kemudian tidur. Dan sesungguhnya kalian senantiasa dalam shalat selama kalian menunggu shalat.’“[16]
[16] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/73 600)], ini adalah lafazh darinya, Shahiih Muslim (I/443 no. 640), dan Sunan an-Nasa-i (I/268).

Dari Abu Barzah Radhiyallahu anhu : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum ‘isya’ dan berbincang-bincang sesudahnya.”[15]
[15] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/49 no. 568)], Shahiih Muslim (I/447 no. 647 (237)), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/69 no. 394), Sunan an-Nasa-i (I/246).


[14] Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 223)] dan Shahiih Muslim (I/442 no. 638 (219)).
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Pada suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat ‘Isya’, hingga berlalulah sebagian besar malam dan para penghuni masjid telah tertidur. Kemudian beliau keluar dan shalat, lalu berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah waktunya, hanya saja aku tak ingin memberatkan umatku.[14]

Dari Salamah bin al-Akwa’ Radhiyallahu anhu : “Dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Maghrib jika matahari telah terbenam dan bersembunyi di balik tirai (tidak nampak).”[13]
[13] Muttafaq ‘alaihi: [Shahiih Muslim (I/441 no. 636)], Sunan at-Tirmidzi (I/108 no. 164), Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/41 no. 561), tanpa lafazh: “matahari tenggelam”, Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/87 no. 413), dengan lafazh serupa, dan Sunan Ibni Majah (I/225 no. 688), dengan lafazh serupa.

[12] Hasan Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 403)], dan Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/87 no. 414).
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu anhu, Nabi Shalallahu a’alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ أُمَّتِى بِخَيْرٍ أَوْ عَلَى الْفِطْرَةِ مَـالَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حَتَّى تَشْتَبِكَ النُّجُوْمُ.

“Umatku senantiasa dalam kebaikan atau dalam keadaan fithrah selama mereka tidak mengakhirkan shalat Maghrib hingga banyak bintang bermunculan.“[12]


 X.

 


 

 

Dari Anas Radhiyallahu anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسُ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللهَ إِلاَّ قَلِيْلاً.

‘Itulah shalatnya orang munafiq. Dia duduk sambil mengawasi matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk syaitan (waktu terbit dan tenggelamnya matahari) ia bangkit dan shalat empat raka’at dengan cepat. Ia tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit.“[11]
Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 399)], Shahiih Muslim (XXI/434 no. 622), ini adalah lafazhnya, Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/83 no. 409), Sunan at-Tirmidzi (I/107 no. 160), dan Sunan an-Nasa-i (I/254).

Shahiih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 497)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/31 no. 553), dan Sunan an-Nasa-i (I/236).
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang melewatkan shalat ‘Ashar seperti orang yang berkurang keluarga dan hartanya.[9]”

---------------------------------------------------------



Senin, 06 Juli 2026

debian iso

 Debian adalah salah satu sistem operasi (OS) berbasis Linux yang bersifat gratis dan open-source. Dikembangkan oleh komunitas sukarelawan di bawah Proyek Debian, sistem operasi ini sangat terkenal akan kestabilan, keamanan, dan dukungannya yang luas untuk berbagai perangkat keras

download debian di:
https://www.debian.org/CD/http-ftp/

https://cdimage.debian.org/cdimage/archive/

https://cdimage.debian.org/cdimage/archive/12.0.0-live/amd64/iso-hybrid/

https://cdimage.debian.org/cdimage/archive/12.0.0-live/amd64/iso-hybrid/debian-live-12.0.0-amd64-mate.iso

3.2G

atau

https://sourceforge.net/projects/debian-live-respin-iso/files/mate/live-image-bookworm-mate-20260403-amd64.hybrid.iso/download

 

 


 

ventoy usb

 Ventoy adalah aplikasi sumber terbuka (open source) yang digunakan untuk membuat flashdisk bootable.

Cara Menggunakannya Unduh dan buka aplikasi Ventoy .

https://sourceforge.net/projects/ventoy/files/v1.1.16/ventoy-1.1.16-linux.tar.gz/download

akan berada di folder download

buka terminal disini memakai "mate terminal"

 masuk ke folder ventoy-1.1.16  pilih VentoyGUI.x86_64 klik dan geser masukan ke  terminal 

klik enter

masukkan password:

masukan flaskdisk kosong usb

klik refresh

Pilihlokasi disk Anda, lalu klik "Install".

data usb akan terhapus dan bisa dimasukan file .iso linux ,windows, atau mac.

untuk memakai restart komputer dan biasanya boot dengan esc

pilih uefi flashdisk

test berhasil di debian12.64amd


 

video 3d